Senin, 07 September 2015

Berita Sepak Bola : Efisiensi Serangan ala Ranieri

Berita Sepak Bola : Efisiensi Serangan ala Ranieri

sumber berita Efisiensi Serangan ala Ranieri : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49a1688c/sc/38/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C0A70C150A9380C30A121890C14820Cefisiensi0Eserangan0Eala0Eranieri/story01.htm
Leicester City memberi kejutan pada pekan-pekan awal Liga inggris 2015/2016. Mereka berhasil melalui empat pertandingan pertama dengan dua kemenangan dan dua kali imbang. Dua kemenangan mereka raih dari Sunderland dan West Ham United, sedangkan dua hasil imbang diraih melawan Tottenham Hotspur dan AFC Bournemouth.

Hasil ini menempatkan Leicester City di peringkat ketiga klasemen sementara di atas Manchester United, Arsenal, dan Liverpool.

Satu nama yang menjadi pusat perhatian akibat hal ini tentu saja sang manajer, Claudio Ranieri. Pelatih asal Italia ini membuat kesebelasan yang musim lalu hampir mengalami degradasi itu kini menjalani awal yang baik di musim yang baru. Dengan beberapa tambahan dalam skuat yang sebenarnya tidak terlalu mewah, pelatih dengan julukan The Thinkerman ini berhasil membawa Leicester memberikan kejutan di awal musim.

Awalnya banyak yang meragukan bahwa Ranieri adalah pilihan yang tepat bagi Leicester. Sebabnya, pelatih berusia 63 tahun ini seperti telah kehilangan kemampuannya saat menangani beberapa tim terakhir. Dari mulai Juventus, Inter Milan, AS Roma, dan AS Monaco, Ranieri dianggap tidak terlalu berhasil. Ditambah lagi dengan kegagalan menangani tim nasional Yunani di tahun 2014. Ranieri bahkan hanya bertahan 5 bulan sebelum akhirnya dipecat dari tim nasional Yunani.

Baca juga: Sayonara untuk Reputasi Claudio Ranieri

Di sisi lain, Leicester sebenarnya memiliki beberapa opsi lain untuk menggantikan Nigel Pearson. Beberapa nama besar lain seperti Guus Hiddink dan Martin O'Neill sempat disebut-sebut akan mengisi posisi ini. Namun akhirnya pilihan jatuh kepada Ranieri.

Setelah resmi ditunjuk, pria Italia itu kemudian mendatangkan beberapa pemain ke dalam skuatnya. Striker asal Jepang yang lama berkarier di Bundesliga, Shinji Okazaki, menjadi rekrutan paling mahal Ranieri sejauh ini. Selain itu Ranieri juga mendatangkan dua pemain senior, Robert Huth dan Gokan Inler, plus N'Golo Kante dan Yohan Benalouane.

Secara umum tidak banyak perubahan yang dilakukan Ranieri dalam timnya. Dalam 3 pertandingan pertamanya, hanya Okazaki dan Huth pemain baru yang selalu dimainkan oleh Ranieri. Sisanya, starting XI Ranieri diisi oleh pemain-pemain yang sudah ada di musim sebelumnya.

Lalu apa sebenarnya yang istimewa dari permainan Leicester awal musim ini?

Di awal kedatangannya Ranieri mengatakan dirinya akan memasukkan unsur Italian Tactical yang dimilikinya dengan kemampuan para pemain Leicester. Namun ia juga tidak akan melakukan banyak perubahan karena itu tidak akan baik bagi tim.
Nuhun for visit Efisiensi Serangan ala Ranieri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar