Senin, 07 September 2015

Berita Sepak Bola : Mengenal Lebih Dekat Papy Djilobodji, Tembok Baru di Lini Belakang Chelsea

Berita Sepak Bola : Mengenal Lebih Dekat Papy Djilobodji, Tembok Baru di Lini Belakang Chelsea

sumber berita Mengenal Lebih Dekat Papy Djilobodji, Tembok Baru di Lini Belakang Chelsea : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/49a115aa/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C0A70C1423210C30A120A440C720Cmengenal0Elebih0Edekat0Epapy0Edjilobodji0Etembok0Ebaru0Edi0Elini0Ebelakang0Echelsea/story01.htm
London - Demi memperkuat lini pertahanan mereka, Chelsea mendatangkan Papy Djilobodji dari Nantes. Siapa sebenarnya Djilobodji, yang namanya masih terdengar kurang familiar bagi sebagian penggila bola?

Chelsea sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan pemain belakang Everton, John Stones. Akan tetapi, karena tawaran-tawaran The Blues selalu ditolak oleh Everton, Stones pun tak bisa mereka dapatkan.

Chelsea lantas mengarahkan bidikannya ke pemain lain, yaitu Djilobodji. Dalam waktu singkat, klub London barat itu berhasil memboyong Djilobodji ke Stamford Bridge. Mereka kabarnya cuma membayar tiga juta euro -- jauh lebih murah daripada harga Stones -- kepada Nantes untuk merekrut pemain berusia 26 tahun itu.

Keputusan Chelsea untuk merekrut Djilobodji terbilang mengejutkan karena mereka sebelumnya nyaris tak pernah dihubung-hubungkan dengan bek asal Senegal itu. Apalagi, nama Djilobodji juga relatif masih asing.

Padahal, Chelsea membutuhkan seorang bek tangguh untuk memperbaiki lini belakang mereka yang mulai keropos. Kebobolan sembilan gol dalam empat pertandingan Premier League merupakan bukti yang cukup jelas bagaimana kuartet Branislav Ivanovic-Gary Cahill-John Terry-Cesar Azpilicueta tak sekokoh musim lalu.

Apakah Djilobodji adalah jawaban yang dibutuhkan Chelsea? Hal itu masih harus dibuktikan oleh si pemain. Namun, penampilan Djilobodji selama berkostum Nantes memang cukup menjanjikan.

Djilobodji lahir di Kaolack, Senegal dan menimba ilmu sepakbola di klub lokal ASC Saloum. Saat masih berusia 19 tahun, Djilobodji memutuskan untuk mengadu nasib ke Eropa. Trial-nya di Lille dan Lazio tak sukses, tapi dia akhirnya diterima klub divisi empat Liga Prancis, US Senart-Moissy, pada tahun 2009.

Djilobodji cuma beberapa bulan di US Senart-Moissy. Pada akhir 2009, dia direkrut Nantes, yang saat itu masih berkompetisi di Ligue 2, dan melakoni debutnya pada Mei 2010.

Sejak saat itu, Djilobodji menjadi pilihan pertama di lini belakang Nantes. Dia membantu klubnya itu promosi ke Ligue 1 pada tahun 2013.

Djilobodji pernah dimainkan sebagai gelandang bertahan, tapi dia lebih nyaman ketika beroperasi sebagai bek tengah. Dengan posturnya yang tinggi besar (1,92 meter), dia tangguh dalam duel-duel udara.

Dalam daftar pemain dengan clearance terbaik di Ligue 1 pada musim 2014/2015, Djilobodji berada di posisi keempat (8,3 clearance per laga). Dia masuk sepuluh besar untuk urusan intersep (3,3 intersep per pertandingan).

Nantes musim lalu memang cuma finis di posisi ke-14 di klasemen akhir Ligue 1. Namun, mereka punya lini belakang terbaik kelima dan cuma kebobolan 40 kali dalam 38 pertandingan. Djilobodji punya peran besar atas catatan ini karena dia 30 kali menjadi starter sepanjang musim.

Di level timnas, Djilobodji yang mengoleksi 12 caps memang belum terlalu bersinar. Namun, kemampuannya sudah mendapatkan pengakuan dari seorang Yaya Toure, yang pernah menghadapi Djilobodji di laga kualifikasi Piala Dunia 2014.

"Saya sudah jarang melihat seorang pemain belakang dengan kaki kanan dan kiri sebaik ini," kata Toure.

Djilobodji sendiri mengaku akan berusaha secepatnya beradaptasi dengan gaya main sepakbola Inggris. Dia siap belajar dari Jose Mourinho dan rekan-rekan setimnya.

"Saya ingin menunjukkan semua kualitas dan skill saya, bukan cuma kepada manajer dan para pemain, tapi juga kepada suporter," ujar Djilobodji.

"Saya adalah seorang bek dan saya ingin melakukan pekerjaan saya dengan baik, yaitu bertahan dengan baik dan tak membiarkan lawan melewati saya," tambahnya.

"Untuk urusan teknis, saya sudah membuat banyak kemajuan. Dari titik ini dan seterusnya, saya akan mencari nasihat dari manajer dan menerapkan apa yang dia nasihatkan kepada saya dan melakukan apa yang diinginkan oleh rekan-rekan setim saya," kata dia di London Evening Standard.

Nuhun for visit Mengenal Lebih Dekat Papy Djilobodji, Tembok Baru di Lini Belakang Chelsea

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar