Senin, 28 September 2015

Berita Sepak Bola : Pressing Ketat Fiorentina yang Mengalahkan Inter

Berita Sepak Bola : Pressing Ketat Fiorentina yang Mengalahkan Inter

sumber berita Pressing Ketat Fiorentina yang Mengalahkan Inter : http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656101/s/4a37bc29/sc/3/l/0Lsport0Bdetik0N0Csepakbola0Cread0C20A150C0A90C280C163750A0C30A30A0A0A50C1480A0Cpressing0Eketat0Efiorentina0Eyang0Emengalahkan0Einter/story01.htm
Catatan kemenangan berturut-turut Internazionale Milan diputus oleh Fiorentina pada laga keenam Serie A musim ini di Stadion Giusseppe Meazza, Senin (28/9) dini hari, dengan skor 1-4.

Eksekutor penalti, Josip Ilicic, berhasil melaksanakan tugasnya dan membawa Fiorentina pada keunggulan sementara di menit ketiga. Keunggulan ini ditambah oleh hat-trick Nikola Kalinic pada menit ke 18, 23 dan 76. Sementara kubu tuan rumah baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke 60 melalui sepakan Mauro Icardi.

Pada pertandingan kali ini, Paulo Sousa, pelatih Fiorentina, menurunkan skema berbeda dengan laga-laga sebelumnya. Ia menginstruksikan formasi 4-3-2-1 yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan 4-3-3 dan 3-4-3 yang biasa mereka gunakan.

Perbedaan formasi juga terlihat pada Inter. Kali ini mereka menggunakan formasi 3-5-2. Padahal biasanya, Mancini gemar menggunakan 4-3-1-2. Ivan Perisic yang kerap menjadi penyerang lubang pada formasi 4-3-1-2, kali ini ditempatkan sebagai wing-back kanan pada formasi 3-5-2 tersebut. Sementara untuk duet di lini depan, Mancini memasangkan Icardi dan Rodrigo Palacio, menggantikan Stevan Jovetic yang cedera ketika pemanasan.



Fiorentina Terapkan Pressing dan Garis Pertahanan Tinggi

Fiorentina menerapkan pressing ketat kepada Inter, bahkan sejak bola dikuasai oleh anak-anak asuh Roberto Mancini tersebut. Ketika si kulit bundar sedang dikuasai di lini pertahanan Inter, tidak jarang para pemain depan La Viola berusaha mengejarnya walau bola dialirkan kepada Samir Handanovic, kiper Inter.



Pressing Fiorentina (putih) sejak jantung pertahanan Inter Milan (biru-hitam)

Pada pertandingan ini, Inter begitu mengandalkan trio lini tengah yang ditempati Geoffrey Kondogbia, Fredy Guarin dan Felipe Melo untuk mengalirkan bola menuju dua sayap hunian Ivan Perisic dan Alex Telles.

Namun demikian, tekanan Viola begitu kuat terutama di lini tengah. Akibatnya, trio pemain tengah Inter sering kehilangan bola karena berhasil dicuri atau operan mereka dipotong para pemain tengah Fiorentina.

Duet Milan Badelj dan Matias Vecino di lini tengah Viola menjadi jangkar yang membuat upaya serangan Guarin dan Kondogbia tidak berkembang. Jarak penjagaan antara mereka begitu dekat, sehingga Vecino ataupun Badelj selalu berhasil mencuri bola ketika bola bergerak menjauhi pertahanan Inter menuju Kondogbia atau Guarin.

Ketika sedang melakukan upaya merebut bola dari kaki Nerazzurri, maka kecenderungannya, para pemain La Viola yang lain akan mempersempit jarak penjagaan agar bisa secepat mungkin melancarkan tekel bersih.



Jarak penjagaan pertahanan Fiorentina dengan para pemain Inter Milan sangat rapat.

Sementara itu, Inter cukup kesulitan untuk melepaskan umpan jauh ke sepertiga akhir wilayah lawan karena Gonzolo Rodriguez membangun garis pertahanan tinggi. Akibatnya, umpan jauh yang ditujukan buat Icardi maupun Palacio kerap berbuah offside.

Pressing Ketat Fiorentina yang Membuat Inter Melakukan Kesalahan Sendiri

Tekanan ketat yang dilancarkan lini tengah dan depan Fiorentina membuat Inter acapkali melakukan kesalahan sendiri, baik saat menguasai ataupun merebut bola dari. Ketika menguasai bola, mereka sering salah melancarkan operan. Tekanan yang diberikan Fiorentina memaksa Nerazzurri mengembalikan bola ke belakang untuk melepaskan umpan jauh.

Tapi, taktik seperti menjadi bumerang bagi Inter. Gol pertama pun bermula dari sodoran Gary Medel di jantung pertahanan kepada Handanovic. Mereka tidak menyadari bahwa Fiorentina kerap menekan sampai mulut gawang. Akibatnya, Handanovic terpaksa berduel dengan Kalinic sebelum akhirnya Fiorentina dihadiahi penalti pada menit ketiga.

Selain itu, terpancingnya para bek Inter memberikan ruang tersendiri bagi lini serang Fiorentina. Apalagi percobaan tendangan para anak asuh Sousa itu sangat efektif. Dari 12 tembakan yang dilepaskan, 8 di antaranya tepat sasaran dan 4 membuahkan gol.

Perisic dan Telles yang cenderung bermain dengan garis pertahanan tinggi justru mempermudah Fiorentina dalam merakit serangan balik. Bahkan, pola permainan Fiorentina yang seperti ini memaksa Joao Miranda untuk bermain kasar dan berujung kartu merah pada menit 31. Perisic juga kerap kalah saat berduel dengan Marcos Alonso. Gol ketiga Fiorentina juga terjadi akibat kesalahan berulang Perisic.


Icardi Tidak Mendapat Suplai Bola

Gagalnya trio lini tengah Inter menghadapi pressing tinggi Fiorentina sangat berpengaruh pada kekalahan tuan rumah. Pasalnya, penetrasi yang terus-terusan dilakukan Viola kepada Kondogbia, Guarin dan Felipe Melo, membuat Icardi tak bisa berbuat banyak di sepertiga akhir wilayah lawan.

Trio lini tengah Inter yang ditempati Kondogbia, Melo dan Guarin tidak berdaya karena tekanan yang dilancarkan Fiorentina. Mereka lebih sering kehilangan bola dengan mendapatkan tekel atau operan-operan yang diintersepsi. Mereka pun lebih berkutat di area depan kotak penalti sendiri.

Tidak cuma lini serang, dua wing-back Inter pun menjadi tidak seimbang baik dalam menyerang maupun bertahan, karena aliran bola di dua sisi sayap dimatikan Alonso. Sedangkan Telles tidak bisa banyak bergerak karena dijaga ketat oleh Jakub Blaszczykowski.





Grafis tekel (atas) dan pelanggaran (bawah) Fiorentina. Sumber: Squawka.

Situasi itu semakin dipersulit pasca diusirnya Miranda. Karena kekurangan pemain, Palacio pun terpaksa turun lebih ke tengah untuk membantu pertahanan dan membangun serangan dari awal.

Begitu juga Perisic dan Telles yang lebih sibuk menahan gempuran para pemain Fiorentina melalui kedua sisi sayap. Akhirnya Icardi tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari lini kedua. Palacio pun lebih cenderung turun ke bawah dan berjuang untuk membuka serangan.

Pergerakan Kalinic

Kalinic bisa disebut-sebut sebagai pemain yang berperan besar dalam mengantarkan Fiorentina kepada kemenangan telak atas Inter. Di sepanjang laga dini hari tadi, ia kerap mengganggu penguasaan bola Inter di daerah pertahanannya sendiri.

Kendati tidak melakukan satu tekel bersih pun, namun tiga pelanggarannya membantu rekan-rekannya untuk merapikan posisi ketika bertahan dan mengawal lawan dalam jarak dekat. Hasilnya pun bisa didapatkan lebih cepat. Ketika pertandingan baru berjalan tiga menit, kesebelasannya menerima hadiah penalti akibat penetrasinya kepada Handanovic.

Ketika membangun serangan pun, mantan pemain Dnipro itu mampu menyelesaikannya dengan baik. Umpan Alonso pada menit 23 berhasil diselesaikan setelah ia berhasil mengalahkan kecepatan Davide Santon di depan gawang Inter.

Kecepatan yang menjadi keunggulan Kalinic ini juga berhasil memancing Miranda untuk melakukan pelanggaran terhadapnya. Akibatnya tak tanggung-tanggung, Inter harus bermain dengan 10 pemain.

Terakhir, kontribusi Kalinic dalam serangan juga terlihat saat ia melepaskan empat tendangan percobaan, yang pada akhirnya berhasil membuahkan 3 gol.

Kesimpulan

Pada dasarnya, sebagai pelatih, Mancini harus berupaya membangun mental anak-anak asuhnya agar sanggup mengatasi pressing ketat dari lawan macam Fiorentina. Rusaknya mental sejak awal pertandingan, sedikit-banyak mempermudah Fiorentina untuk menggempur skuat Inter.

Pada babak kedua, Inter memang menunjukkan karakter yang lebih baik. Namun sayang, ketertinggalan yang begitu besar agaknya sulit dikejar dengan jumlah pemain yang tak imbang.

====

*dianalisis oleh @panditfootball, profil lihat di sini.



Nuhun for visit Pressing Ketat Fiorentina yang Mengalahkan Inter

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar